life just like a rainbow

Minggu, 25 Juli 2010

ketika kusadari

25 juli 2010 pukul 5.30 pm di rumah dinas wakil walikota
Pengumuman finalis putra-putri solo.
Hatiku bergejolak, penuh segala praduga, pro kontra, dan kecemasan.
Setengah hatiku mengatakan aku akan lolos, namun setengahnya mengatakan aq akan kalah.
Segala upaya ku lakukan tuk menepis rasa pesimis di diriku,
karena aku mengerti akan kekuatan pikiran.
Karena aku mengerti hukum tarik menarik suatu energi di alam semesta ini
Karena aku mengerti kekuatan air yang begitu nyata di dalam tubuh ini
Aku begitu takut ketika rasa pesimis itu melintas di pikiranku yang akan menjadi nyata.
Namun tak dapat ku pungkiri, perasaan ini terus melayang di pikiranku.
Semakin takut dan takut akan perasaan ini.
Apa yang menjadi dasar ketakutan sendiri adalah hal dimana ketidakmampuanku tuk berbicara dengan penuh keyakinan di depan kalayak ramai.

20 Juli 2010 adalah hari dimana diumumkannya semi finalis Putra-Putri Solo 2010
Dan syukur alhamdulilllah apa yang menjadi keyakinanku terbukti nyata di papan itu yang tertulis DESTI AFEEKA B Diurutan nomor 3.
Bahagianya hari itu karena langkah menuju impianku akan tercapai.
Aku pun melalui tahap demi tahap pembekalan sebagai semifinalis PPS 2010 dengan keikhlasan hati karena inilah impianku.
Kelelahan ini berlangsung selama 4 hari, namun sangat terbayar dengan materi-materi yang berharga disampaikan langsung dari ahlinya.
Aku mendapatkan pengalaman dari seorang Walikota dan wakil walikota, kemudian seorang pakar di bidang public speaking, dan juga pengetahuan tentang Solo yang disampaikan dari Gusti Dipokusumo. Segalanya begitu berarti dan merupakan kali pertama dalam hidup ini.
Disamping itu aku juga mengerti bagaimana keadaan masyarakat miskin Kota Solo ditengah hiruk pikuk kehidupan glamor masyarakat yang ada di dekatnya.
Sangat memprihatinkan, dan aq berulang kali mengucap istighfar dalam hati ketika menyaksikan pemandangan kontras disini.
Ketika kita mengeluhkan keadaan ini yang amat jauh diatas mereka,
Sungguh luar biasa, bagaimana bisa kita masih belum bersyukur dengan nikmat yang kita rasakan.
Mereka tinggal di atas selokan yang sangat bau, lembab, dan kotor.
Masyaallah, mereka masih bisa ceria menyambut kedatangan kami disana dengan kehidupan mereka yang sangat memprihatinkan

Dan setelah 4 hari berlalu, tibalah saatnya tuk pengumuman finalis PPS
Begitu shock nya aku ketika kubuka mata ini, dan yang ada ditanganku adalah kaos yang hanya dibagikan kepada 5 dari 15 pasang semifinalis
Itu artinya aku belum lolos dalam kesempatan ini.

Air mata ini tak tertahankan
Meluap tiada henti
Hati ini begitu sesak
Ketika aku harus mengalami hal yang kutakutkan
Yang selalu terlintas namun berusaha kutepis
kesedihan ini bukan karena kekalahan yang kualami
Namun lebih kepada ketidakmampuan diri ini tuk menerima dan mensyukuri apa yang ada

Dan dari ketidakmampuanku ini menyadarkanku
Betapa pentingnya sebuah pelukan tuk melepas segala tangis ini
Betapa pentingnya sebuah motivasi tuk menentramkan pikiran ini
Betapa sangat berartinya genggaman erat tuk menguatkan hati ini

Sungguh tak kan pernah kusadari betapa pentingnya hal itu jikalau aku tak menangis, mengekspresikan apa yang kurasakan ditengah-tengah orang yang begitu peduli kepadaku

Dan hal ini adalah kali pertama yang kudapatkan di PAGUYUBAN PUTRA-PUTRI SOLO
Terimakasih tuk keluarga baruku, PPS 2010 MUDA DAN BERBUDAYA

1 comments:

  1. deskluvest productionJul 27, 2010 01:28 AM

    nice post...

    sabar ya yanggg... :)

    BalasHapus