Kota Solo sudah ditetapkan sebagai kota budaya karena potensi peninggalan budayanya yang banyak kita jumpai dan kentalnya adat istiadat yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Pariwisata yang ada dalam benak setiap orang adalah wahana rekreasi dengan objek keindahan alam yang dapat memanjakan mata. Meskipun didaerah Solo khusunya tidak memilki obyek tersebut namun Solo memiliki beragam obyek yang dapat dijadikan tujuan wisata. Mulai dari wisata kuliner, wisata budaya, wisata ziarah, wisata belanja, wisata old town, wisata sejarah sampai wisata arsip.
Kita patut berbangga hati menjadi warga Solo yang memiliki keragaman peninggalan budaya khususnya berupa benda secara fisik yang kini dijadikan sebagai obyek wisata baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Solo berdiri pada tahun 1745 dan kini dengan progress perkembangannya yang sangat pesat secara kasat mata dapat dilihat dan kita nikmati.
Pembangunan secara nyata yang terjadi pada 4 tahun belakangan ini menjadikan kota Solo maju dan lebih dikenal dimata nasional maupun Internasional. Telah banyak program Pemerintah dalam mempromosikan Kota Solo. Melalui brandingnya ‘Solo The Spirit Of Java’ mengantarkan Solo pada gerbang internasional. Memang sudah selayaknya Solo dikenal dengan keragaman budaya, obyek wisata, dan kehidupan sosial yang patut menjadi sesuatu yang ditawarkan. Pembangunan yang dilakukan pemerintah seperti perenovasian bangunan bersejarah yang terbengkalai juga mendapatkan hasil yang positif. Selain dapat menarik investor untuk membangun bisnis di Solo juga dapat menarik wisatawan dalam rangka mengunjungi Solo. Dengan adanya perenovasian dan penataan ulang kota Solo, kita sebagai warga Solo semakin berbangga hati dan semakin nyaman hidup dilingkungan ini. Lantas dengan adanya pengakuan tersebut apa yang harus kita lakukan sebagai warga Solo? Bagaimana bentuk partisipasi yang bisa kita lakukan terhadap pembangunan wisata kota Solo?
Pemerintah telah melakukan banyak hal dalam pelestarian wisata Solo, namun ada beberapa wisata yang masih memerlukan perhatian lebih seperti wisata Arsip.
lalu, apa yang bisa kita upayakan?
- Sebagai warga Solo,kita hendaknya berpartisipasi aktif dalam perkembangan wisata solo.
- Mengenai Peninggalan arsip dikota Solo yang sangatlah banyak, namun belum mendapat banyak perhatian dan pelestariannya belum terjaga. Arsip sebagai bukti tertulis sejarah kita merupakan harta karun, jika diistilahkan oleh mendiang Kuntowijoyo “doraemon memiliki kantong ajaib sedangkan manusia memiliki arsip”.
Demi kepentingan masa depan arsip, Pemerintah Kota Solo perlu melakukan penyuluhan tentang fungsi arsip dan kesadaran pelestarian dan pemeliharaan arsip. Orientasinya, agar salah satu warisan sejarah yang berharga itu diketahui dan dinikmati generasi berikutnya. Kita dapat membentuk suatu wadah organisasi masyarakat yang peduli akan kelestarian arsip seperti yang sudah ada di jakara.
Sebagai warga Solo, partisipasi yang dapat kita lakukan adalah seperti aktif promosi dalam dunia maya. Dengan pembuatan Blog atau meramaikan blog-blog yang sudah ada. Dengan adanya kebersamaan kita dalam suatu misi, pastilah mendapatkan hal yang positif.
Selain melalui dunia maya, kita juga dapat bergabung dengan organisasi kepemudaan Solo yang memiliki visi dan misi yang jelas.
Pemkot jangan lagi jual ruang publik atau tanah untuk kebutuhan investor (maraknya mal dan hotel), tapi juallah potensi ini. Masing-masing segmen pasar menghendaki produk dan tema yang berbeda-beda. Penjumlahan masing-masing pasar akan menghasilkan total pasar yang jauh lebih besar. Produk-produk pariwisata kita jelas memerlukan sentuhan-sentuhan baru, bahkan kita perlu produk-produk baru agar tak terkesan monoton dan tak terurus. Diharapkan dengan adanya produk baru (menu wisata arsip), kepariwisataan Solo semakin menggeliat. Wisata arsip dapat memberikan nuansa lain terhadap dunia pariwisata di Solo. Maka, Pemkot selekasnya mempromosikan menu wisata ini dengan strategi pemasaran Kota Solo yang handal. Karena itu, pembinaan secara terpadu dalam melakukan promosi pariwisata berpedoman kepada Sapta Dharma Depparpostel, yang mencakup: (1). Penghasilan utama devisa, (2). Profesionalisme SDM, (3). Pemberdayaan ekonomi rakyat, (4). Pembudayaan wisata nusantara, (5). Peluruhan seni budaya, (6). Pelestarian keindahan alam, (7). Keterpaduan daya upaya.
nice post, but i don't read that yet. hha
BalasHapus